Cita-cita yang sejak lama saya impikan adalah dapat bersekolah di Jerman. Mengapa Jerman ?
Karena disana adalah tempat dimana orang-orang seperti saya berkumpul. Orang-orang yang ingin selalu maju. Disana banyak sekali Universitas yang sudah terkenal dan tidak sedikit orang yang berkuliah disana menjadi "Penganguran".
Dan saya dengar, disana banyak sekali orang-orang "Mu'alaf" yang sangat serius dalam menjalani agama Islam. Setelah saya mendapatkan cukup banyak informasi, orang-orang Mu'alaf disana sangat serius menjalani agama Islam. Itulah salah satu alasan mengapa saya ingin sekali dapat bersekolah disana.
Sudah sejak lama saya mencari-cari beasiswa untuk dapat bersekolah disana. Saya melakukan eksplorasi sejak kelas 2 SMP. Entah apa yang saya pikirkan, tetapi hati saya tetap teguh pada pendirian itu.
Tidak hanya saya yang mempunyai mimpi untuk bersekolah disana. Teman saya (tidak disebutkan namanya) pun bertekad apabila sudah lulus SMK, dia akan melanjutkan sekolah disana. Semakin mantap saja pendirian saya untuk bersekolah disana.
Kebetulan saya berasal dari SMK berjurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan), saya ingin sekali dapat bersekolah disana yang konon katanya banyak sekali ahli-ahli IT (Information Technology) disana.
Saya selalu teringat akan kata-kata teman saya yang selalu teringat oleh saya.
"Dio, suatu saat kamu akan menandatangani sebuah batu dimana disana tertera nama kamu sebagai pemilik perusahaan. Kamu akan berfoto bersama karyawan dan teman-teman kamu. Dan kamu dapat berteriak, 'INILAH KESUKSESANKU, DUNIA' ".
Lalu sayapun teringat akan kata-kata seorang motivator favorit saya.
"Kau akan berada di sebuah ruangan putih yang sangat besar dan megah dimana teman, sahabat, guru, orang tua, dan orang-orang yang telah mendukungmu menunggu. Lalu satu-persatu orang menghampirimu dan memberikan selamat akan kesuksesan yang telah kamu dapatkan. Lalu ada 2 orang yang malu untuk menghampirimu, tetapi mereka sangat ingin sekali menghampiri. Setelah semua orang memberikanmu kata-kata selamat, baru mereka menghampirimu. Setelah dilihat dengan seksama, wajah mereka sudah sangat keriput dan terlihat sangat rapuh. Setelah kamu melihat mereka dengan sangan seksama, mereka tidak lain adalah orang tuamu. Sejenak kamu terdiam melihat mereka didepanmu. Lalu ayahmu memegang pundakmu sambil meneteskan air mata, "Selamat nak, kamu telah menjadi orang yang sangat sukses. Tidak seperti ayahmu ini yang tidak dapat membahagiakan kamu, memenuhi keinginan-keinginanmu, dan banyak lagi hal yang tidak dapat ayah berikan kepadamu". Terlihat sekali ayahmu itu ingin sekali memelukmu, tetapi ayahmu tidak ingin memperlihatkan kelemahannya kepadamu. Dan ayahmu pun berkata, "Nak, jaga keluarga ayah ketika ayah sudah tidak ada. Jagalah semua yang ayah titipkan kepadamu". Lalu ayahmu pergi ke tempat dimana kau tidak dapat melihatnya diruangan itu. Lalu Ibumu pun memelukmu dengan erat dan mencuim keningmu sambil berkata, "Nak, jagalah adikmu bila ibu sudah tidak ada. Ibu ingin dia dapat sesukses dirimu. Tetapi janganlah kau takabur akan apa yang telah kau dapatkan sekarang. Hanya itu pesan Ibu". Lalu ibumu pun menyusul ayahmu yang berada dalam kerumunan banyak orang diruangan itu.
Itulah mengapa saya sangat menginginkan untuk dapat bersekolah disana dan menjadi orang yang sukses di kemudian hari.
Where there is a will, there is a way :) Semangat meraih cita-cita kamu, Yo. Mungkin pas kamu bikin artikel ini, kamu gak tau saya siapa. Tapi saya tau kamu siapa. Kamu temen seperjuangan aku yang selalu aku inget saat-saat kita bercanda mulai dari kelas 2 STM (karena kelas 1 gak terlalu deket hehe). Kamu gosipin aku sama adik gugus aku pas jadi panitia MOS yang malah berbalik kamu suka sama dia haha :)) sampai detik ini kamu sekarang sama sahabat perempuan aku satu-satunya (meskipun aku gatau dia nganggep aku sahabat atau engga :p). Semangat yo. Kejar terus cita-cita kamu! Dari sejak kelas 2 STM, aku selalu berdoa, "Ya Allah, berikan jalan hidup terbaik untuk semua temen sekelas aku, temen sejurusan, temen seangkatan, kalo perlu semua orang di dunia ini." Beruntung pisan aku bisa kenal sama kamu, biarpun rada pikasebeleun wakakak. Tapi asli, ente unreplaceable pisan. Sukses nya yo! Kalo bisa, sebar undangan nikahnya ada nama kamu sama sahabat aku itu hehe...
BalasHapusSama kaya ente, urang ge banyak dapet inspirasi dari ahsuy. Gak pernah urang punya sahabat yang punya pemikiran dewasa siga si eta. Beruntung ente bisa kenal dia lebih dulu yo. Asli iri sama ente :)
Suatu saat, ente sama ahsuy lagi studi ke Jerman, aku lagi bisnis di Perancis. Ntar janjian we di London ya :D
Promise to your dreams, yo, hamasah :)
- Irfan Dhia Irsyad, orang yang menganggapmu sahabat tergokil (biarpun ente gak nganggep urang sahabat :p)-